Kamis, 23 Juli 2015

Ame no Pianist

Block1Block2Block3
Sekarang sang pianis hujan
sedang melantunkan asmara
di tengah kota pun
dia mainkan melodi yang sedih
jemari tetesan air
menekan window di keyboardnya
concerto yang hanya untukku
Dengan kata-kata lembut
diputuskan sayonara
terlalu tiba-tiba

di pinggiran sofa aku
hanya duduk dan terdiam
menggigit kuku jemariku
"Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu"
tatapanmu sperti melihat anak kecil

[
Block1/Block3] terulang kembali
[
Block1/Block3] takdir masa depanku
yang selalu membuatku takut
Sekarang sang pianis hujan
mulai bermain dengan pelan
pernah aku dengar
"lagu perpisahan" dari Chopin
air mata deras mengalir
sambil mengusap pipi ini
di dalam dadaku
BGM
Saat kau memunggungiku
dan mulai bersikap dingin
itu tanda menyerah

dirimu yang telah dewasa
selalu dengan senyuman
hanya meyakinkanku saja
Walaupun kau bilang bahwa dirimulah yang salah
cinta seharusnya antara kita berdua

[
Block3/Block2] harus bagaimana di saat seperti ini?
pada pengalaman yang pertama

Sekarang sang pianis hujan
sedang melantunkan asmara
di tengah kota pun
dia mainkan melodi yang sedih
jemari tetesan air
menekan window di keyboardnya
concerto yang hanya untukku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar